- See more at: http://www.walman.org/2013/04/cara-membuat-efek-salju-bintang-berjatuhan-dan-daun-berguguran-di-blog.html#sthash.PhIcrwRq.dpuf

Halaman

monyet

Cute Rocking Baby Monkey Sumber Artikel Dari : http://info-kitaku.blogspot.com/2013/05/cara-membuat-animasi-kursor-di-blog.html#ixzz2TzPt1EO8

Sabtu, 23 April 2016

Wiro Sableng #108 : Hantu Muka Dua

Wiro Sableng #108 : Hantu Muka Dua Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : PETUALANGAN WIRO DI LATANAHSILAM

KURA-KURA raksasa itu tengah melayang pesat ke arah utara dan siap menukik menuju satu kawasan di mana terletak sebuah goa disebut Goa Pualam Lamerah. Mendadak binatang ini keluarkan suara menguik keras. Di bawah sana, dari kelebatan rimba belantara tiba-tiba melesat satu cahaya putih. Kalau saja penunggangnya tidak cepat bertindak, menarik kepala kura-kura ke belakang niscaya kepala binatang itu akan hancur!

"Ada pembokong jahat di dalam rimba!" kata si penunggang kura-kura raksasa dengan rahang menggembung dan mata melotot tak berkesip. Dia adalah seorang gadis berparas cantik, rambut digulung di atas kepala, mengenakan pakaian berwarna Jingga. Gadis ini rundukkan kepalanya lalu berbisik pada binatang tunggangannya. "Laecoklat, lekas kau melayang turun ke arah timur lalu berballk dan terbang ke jurusan datangnya cahaya serangan tadi...."

Seolah mengerti kura-kura raksasa bernama Laecoklat itu kepakkan sayapnya demikian rupa hingga tubuhnya berputar ke arah timur. Di satu tempat kurakura terbang ini berbalik dan melesat ke bawah. Menjelang mendekati kawasan
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #108 : Hantu Muka Dua Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Kamis, 21 April 2016

Buah Kesabaran

Buah Kesabaran Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Hari menjelang siang. Di tepi perkampungan hewan, kancil dan jerapah duduk di bawah pohon beringin. Kedua tangan mereka terlihat mengelus-elus perut yang mengerut.

“Kancil, aku lapar sekali. Sedari pagi belum makan,” kata Jerapah pada kancil.

“Akupun sama. Bagaimana kalau kita mencari makanan ke tepi hutan,” usul Kancil.

Jerapah setuju. Kedua sahabat karib itu lantas berjalan bersama menuju ke tepi hutan. Mereka berharap ada buah-buahan yang dapat di santap untuk mengisi perut. Sehingga kesehatan terjaga dan tubuh menjadi kuat.

Buah-buahan sangat berguna bagi tubuh. Banyak kandungan nutrisi yang dibutuhkan seperti vitamin, karbohidrat, protein, mineral dan lainnya. Buah pun rasanya enak dan segar. Makan buah di siang hari badan menjadi segar dan rasa haus pun terobati.

Setelah melewati tanah lapang dan menyeberang sungai kecil, sampailah keduanya di sebuah kebun kecil di tepi hutan. Di kebun itu terdapat aneka pohon buah, semisal jambu, nangka, pepaya, mangga, duku, pisang, durian dan kesemek.

Namun mereka kecewa. Tidak ada buah yang dapat di makan. Beberapa tanaman memang tengah berbuah lebat, tetapi belum masak.

“Bagaimana ini jerapah, belum ada buah yang masak,” kata Kancil dengan nada kecewa.

“Bagaimana kalau kita makan saja buah yang belum masak ini. Kita pilih yang agak tua,” terus Kan
... baca selengkapnya di Buah Kesabaran Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Kamis, 14 April 2016

Pertemuan 5 Sahabat

Pertemuan 5 Sahabat Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Suara Adzan Mengalun Indah memanggil hamba Allah untuk menjalankan sebuah kewajiban yaitu sholat subuh. Sejenak Sang surya menampakkan cahaya terangnya. Suara ayam berkokok mengiri kemunculan sang surya. Suasana pagi yang indah tuk awali sebuah perjalanan kehidupan. Hidup yang penuh misteri tuk dipecahkan. Ada yang bilang hidup adalah sebuah perjuangan, hidup adalah sebuah dramatisme atau cerita yang tak ada habisnya sebelum hembusan nafas terakhir. Penuh dengan suka cita dan duka nestapa.
Mentari pagi yang muncul dari arah timur seakan menjadi saksi awal hariku. Waktu itu jarum panjang jam di dinding masih di angka 6 tapi aku harus sudah meninggalkan rumahku yang terletak di ujung kota Kudus. Hari ini tepat hari sabtu, sekolahku mengadakan acara persami. Acara yang diadakan oleh Dewan Galang SMP 9 Bintang Ini di ikuti oleh 200 siswi. Dengan karisma abu-abu aku diantar oleh kakakku menuju SMP ku tercinta.
Sesampai di sekolah aku bertemu dengan teman-temanku. Beberapa menit kemudian suara lantang dari kakak pembina sudah terdengar memenuhi telingaku
“Sia
... baca selengkapnya di Pertemuan 5 Sahabat Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Strategi Bisnis dari SWOT ke TOWS

Strategi Bisnis dari SWOT ke TOWS Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

“Change is the law of life. And those who look only to the past or present are certain to miss the future. – Perubahan adalah hukum kehidupan. Bila mereka hanya melihat masa lalu atau masa sekarang, maka sudah pasti mereka akan kehilangan masa depan.” John F. Kennedy, Presiden AS ke-35.

Selama ini SWOT Matrix selalu digunakan dalam analisa untuk strategi perencanaan dan pemasaran. SWOT Matrix merupakan akronim dari Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (kesempatan) dan Threats (ancaman). Metode analisa tersebut lebih menekankan pada faktor kondisi dan situasi internal, yaitu kekuatan dan kelemahan diri sendiri atau perusahaan (SW). Setelah itu baru dipelajari dan diperhitungkan faktor external, ancaman dan kesempatan (OT).

Metode analisa SWOT Matrix memanfaatkan secara maksimal kekuatan internal berupa sumber daya dan pengalaman untuk mencapai target. Tetapi seiring perubahan kebutuhan manusia dan pertumbuhan tehnologi yang sudah beralih dari konvensional ke digital
... baca selengkapnya di Strategi Bisnis dari SWOT ke TOWS Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Senin, 11 April 2016

Arloji yang Hilang

Arloji yang Hilang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Ada seorang tukang kayu. Suatu saat ketika sedang bekerja, secara tak disengaja arlojinya terjatuh dan terbenam di antara tingginya tumpukan serbuk kayu.

Arloji itu adalah sebuah hadiah dan telah dipakainya cukup lama. Ia amat mencintai arloji tersebut. Karenanya ia berusaha sedapat mungkin untuk menemukan kembali arlojinya. Sambil mengeluh mempersalahkan keteledoran diri sendiri si tukang kayu itu membongkar tumpukan serbuk yang tinggi itu.

Teman-teman pekerja yang lain juga turut membantu mencarinya. Namun sia-sia saja. Arloji kesayangan itu tetap tak ditemukan.

Tibalah saat makan siang. Para pekerja serta pemilik arloji tersebut dengan semangat yang lesu meninggalkan bengkel kayu tersebut.

Saat itu seorang anak yang sejak tadi memperhatikan mereka mencari arloji itu, datang mendekati tumpukan serbuk kayu tersebut. Ia menjongkok dan mencari. Tak berapa lama berselang ia telah menemukan kembali arloji kesayangan si tukang kayu tersebut.

Tentu si tukang kayu itu amat gembira. Namun ia juga heran, karena sebelumnya banyak orang telah membongkar tumpukan serbuk namun sia-sia. Tapi anak ini cuma seorang diri saja, dan berhasil menemukan arloji itu.

"Bagaimana caranya engkau mencari
... baca selengkapnya di Arloji yang Hilang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Jumat, 24 Mei 2013

Contoh Butir Soal


A.    IDENTITAS SEKOLAH
SATUAN PENDIDIKA                      :  SMA
KELAS / SEMESTER                        :  XI / II
MATA PELAJARAN                         :  BIOLOGI

B.     STANDAR KOMPETENSI
3.   Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan / penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada Salingtemas

C.     KOMPETENSI DASAR
3.1 Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/penyakit yang dapat terjadi pada sistem gerak pada manusia

D.  INDIKATOR
-          Menjelaskan struktur dan fungsi rangka sebagai penyusun  sistem  gerak pada manusia.
-          Menggambar hubungan antar tulang yang membentuk berbagai persendian pada manusia
-          Menggambarkan struktur persendian pada manusia
-          Menghubungkan berbagai gerakan dan persendian yang terlibat pada manusia
-          Mendeskripsikan  struktur tulang manusia
-          Menjelaskan struktur dan fungsi otot sebagai penyusun sistem gerak pada manusia
-          Mengidentifikasi berbagai penyakit atau gangguan yang terjadi pada sistem gerak
manusia



E.     TUJUAN PEMBELAJARAN
-          Siswa dapat menjelaskan struktur dan fungsi rangka sebagai penyusun sistem gerak pada
manusia.
-          Siswa dapat menggambar hubungan antartulang yang membentuk berbagai persendia
pada manusia
-          Siswa dapat menggambarkan struktur persendian pada manusia
-          Siswa dapat menghubungkan berbagai gerakan dan persendian yang terlibat manusia
-          Siswa dapat mendeskripsikan  struktur tulang manusia
-          Siswa dapat menjelaskan struktur dan fungsi otot sebagai penyusun sistem gerak pada
manusia
-          Siswa dapat mengidentifikasi berbagai penyakit atau gangguan yang terjadi pada sistem
gerak manusia

F.      PENGEMBANGAN KARAKTER
Jujur
Kerja keras
Toleransi
Rasa ingin tahu
Komunikatif
Menghargai prestasi
Tanggung Jawab
Peduli lingkungan



D.    SOAL
1). Menjodohkan:       
1.      Matinya sel-sel tulang
2.      Kekurangan vit .D dan kalsium sehingga tulang keropos dan bengkok
3.      Kemampuan tulang berkurang, disertai kerusakan struktur sehingga tulang rapuh dan mudah patah
Option:
a.       Defisiensi
b.      Osteoporosis
c.       Nekrosis
d.      Kanker Tulang

2). Jawaban tepat
Kebiasaan posisi tubuh yang salah dimana, tulang belakang yang melengkung kesamping disebut…
a.       Lordosis
b.      Kifosis
c.       Scoliosis
d.      Nekrosis
e.       Urai sendi


Minggu, 19 Mei 2013

EVOLUSI MANUSIA


BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Hingga dewasa ini evolusi yang menyangkut manusia masih saja mengundang perdebatan yang sengit, meskipun mulai ada tanda-tanda pengertian bahwa manusia bukanlah makhluk yang dapat terbebas dari pengaruh perubahan lingkungan dan manusia tidak pula luput dari efek negatif perbuatannya dalam memanfaatkan alam sebagai sumber untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Keadaan inilah yang diungkapkan dengan kalimat “Bahwa manusia adalah bagian integral dari alam”. Kalau di masa lalu ulama Gereja, Uskub Oxford, yang bernama Samuel Wilberforce (1860), dengan kemarahan yang luar biasa membakar hadirin untuk membakar teori Darwin, maka dewasa ini orang dapat memahami teori tersebut, meskipun hal tersebut tidak berarti menyetujuinya.
Sementara orang awam berpendapat, bila benar manusia itu produk evolusi dan bila evolusi itu terus berlangsung seperti yang terjadi di masa lampau, maka keturunan manusia dikemudian hari adalah makhluk yang lebih sempurna dibanding dengan manusia masa kini. Sudah barang tentu hal ini sekedar di dasari pada pemikiran analogik belaka, tanpa ada kejelasan dalam hal apa kelebihannya dan bagaimana mekanismenya. Bagaimanapun hal ini mendorong para ahli untuk mencoba mengungkap kebenaran proses evolusi, melalui eksplorasi dari aspek Geologik, paleontologik, maupun arkeologik,disamping mulai diadakannya eksperimentasi dengan ilmu dan alat mutakhir yang dapat menunjang mempertajam bila perlu membenahi atau merombak gagasan evolusi. Mereka dapat melakukan hal ini dengan lebih terbuka
1.2.Rumusan Masalah,
Berdasarkan latar belakang masalah di atas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
1.      Bagaimana urutan perkembangan menuju manusia modern, dari mahkluk yang bipedal yang diduga menjadi leluhur manusia?
2.      Apakah yang dimaksud relung ekologik manusia adalah budayanya?
3.      Dalam hal apa saja manusia mempunyai potensi untuk menentukan arah evolusnya?



1.3. Tujuan Penulisan
Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dapat dirumuskan tujuan dari penulisan makalah ini adalahsebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui urutan perkembangan menuju manusia modern dari mahkluk bipedal yang diduga menjadi leluhur manusia.
2.      Dapat mengetahui pengertian relung ekologik manusia adalah budayanya.
3.      Untuk mengetahui dalam hal apa manusia mempuyai potensi untuk menentukan arah evolusinya.

1.4. Manfaat Penulisan
Berdasarkan penulisan makalah ini, diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:
1.      Manfaat teoritis, dari segi akademis, sebagai sarana pembanding bagi dunia ilmu pengetahuan.
2.      Menambah wawasan penulis dan pembaca
3.      Memberikan informasi tentang teori-teori mengenai terjadinya makluk pertama dan dapat menambah ilmu pengetahuan bagi pembaca.










BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Perkembangan Manusia Modern dari Mahkluk Bipedal
Dalam pelacakan menuju perkembangan menuju manusia modern banyak dugaan yang timbul mengenai mata rantai mulai dari makhluk yang diduga sebagai pra manusia modern. Salah satu kemungkinan adalah menganggap bahwa garis tersebut dimulai dari Australopithecus - Homo habilis – Homo erectus (Pithecanthropus)  - Manusia Lembah Neander – Manusia Cro-magnon - Manusia modern. Pendapat yang lain adalah  bahwa Homo habilis lah yang merupakan titik mula leluhur manusia, yang bipedal, untuk selanjutnya dapat digambarkan sebagai berikut: Homo habilis – Manusia lembah Neander – Manusia Cro-Magnon – Manusia Modern atau dengan adanya ciri-ciri yang lebih manusia pada manusia Swanscombe maka kemungkinan urutannya menjadi Homo habilis – Manusia :”Swanscombe” (mempunyai ciri yang sama dengan manusia Swanscombe yang ditemukan di lembah sungai Thames) – Manusia Cro-Magnon – Manusia Modern. Masih banyak kemungkinan yang dapat terjadi.
Dari kemugkinan mata rantai tersebut kemungkinan yang lain adalah adanya kemungkinan pertukaran gena antara yang diduga sebagai leluhur manusia, yang hidup dalam saat yang bersamaan dan mempunyai relung (niche) yang sama. Ini berarti bahwa antara mereka yang hidup pada dimensi waktu yang jauh, keturunannya tidak mungkin untuk saling tukar-menukar gena, dan mereka disebut sebagai Chronospecies. Pengertian ini dilandasi oleh pengertian bahwa dalam perjalanan waktu, makhluk hidup dapat mengalami modifikasi, modifikasi berlanjut, ataupun mutasi kecil sehingga dalam dimensi waktu tertentu, suatu saat keduanya tak mungkin mengadakan pertukaran gena. Pengertian lain yang timbul adalah pengertian Biospecies, yang timbul dan berkembang dalam kurun waktu yang sama.
2.2. Relung Ekologik Manusia adalah Budayanya
Mengenai “kesadaran batin” sesungguhnya tidak hanya dijumpai pada manusia saja, tetapi memang bahwa kesadaran batin pada manusia merupakan bentuk paling tinggi, Evolusi yang menuju pada manusia modern, menurut Teilhard justru dimulai dari perkembangan internalnya, kemudian perwujudan keluarnya adalah sebagai suatu bentuk aksi pada lingkungan. Pada evolusi manusia berinteraksi dengan lingkungan, menunjukkan kecenderungan bahwa semakin muda usia geologik pendahulu manusia modern, semakin jelaslah peran “kesadaran batinnya”. Manusia tidak semata-mata beradaptasi terhadap lingkungannya. Hal ini mungkin benar pada Australopitesin, tetapi selanjutnya perkembangannya adalah terjadi suatu evolusi dalam mewujudkan relungnya (niche). Itulah sebabnya sementara para ahli berpendapat bahwa adaptasi manusia dalam perkembangan  evolusinya tidak semata-mata terhadap alam, tetapi juga terhadap lingkungan kulturnya.
2.3. Potensi Manusia Menentukan Arah Evolusinya
Evolusi “kesadaran batin” menurut Teilhard mencapai puncaknya pada manusia, dan ini terus berkembang samapai mendekati titik omega (w) yaitu mendekati sifat-sifat Tuhan. Kata mendekati harus digaris bawahi karena bagaimanapun sifat itu tidak pernah akan tercapai disamping itu menjadi pertanyaan besar, melihat keadaan dewasa ini, yang penuh dengan hingar-bingar, penyimpangan norma dan nilai-nilau luhur yang sudah menjadi tradisi, peperangan, perkosaan, dan segala macam kekerasan. Sampai-sampai kekerasan pun kini sudah melembaga. Hingga  manusia sekarang sudah tidak memiliki sifat-sifat yang lebih luhur dari nenek moyang kita leluhur manusia yang masih berbudaya alami.
Komunikasi yang terbuka, transportasi yang canggih, perubahan cara berpikir, bersikap dan bertindak memungkinkan terjadinya alur gena secara leluasa, bahkan bukan sekedar alur potensi tetapi sekaligus alur produk budayanya. Relung (niche) ekologik cenderung menjadi seragam namun semakin jauh dari sentuhan alam. Adaptasi, seleksi alam dan spesiasi tidak lagi semata-mata tergantung alam. Manusia cenderung untuk mengarahkan sendiri ciri-ciri keturunannya di masa datang.









BAB III
PENUTUP
1.1. Simpulan
Berdasarkan pemaparan diatas maka dapat disimpulkan bahwa usaha untuk melacak mata rantai proses evolusi manusia tidak cukup bila didasarkan oleh penemuan fosil  yang ada. Secara teoritik, genetika memberi peluang untuk memberi gambaran mata rantai evolusi. Namun gambaran harus lebih nyata  bila dipadu dengan pendekatan biokimiawi dan biofisikawi. Evolusi manusia di gerakkan oleh kekuatan internal dan lebih di sebabkan oleh perkembangan budanya daripada lingkungan alami, dan evolusi manusia diarahkan oleh manusia itu sendiri.